close -->
close
0


Akhir Dari Sebuah Pertanyaan...

Aku meminta setangkai bunga segar, Allah beri kaktus berduri...
Aku meminta kupu –kupu mungil nan cantik, Allah beri ulat berbulu...
Aku sedih, marah dan kecewa, betapa tidak adilnya ini...
Namun, kemudian kaktus itu berbunga sangat indah, lalu ulatitupun tumbuh dan berubah menjadi kupu- kupu yang cantik...
“Itulah jalan Allah, selalu indah pada waktunya”...
Allah tidak memberi apa yang kita harapkan, tapi Allah memberi apa yang kita perlukan...
Kadang kita sedih, kecewa dan terluka...
Tetapi jauh di atas segalanya Allah merajut yang terbaik untuk kita...

Ku menulis ini untu kalian “Saudaraku”, walaupun hanya goresan kecil, tetapi aku yakin ini bermakna untuk kalian...
Janganlah besedih, janganlah berprasangka buruk pada-Nya, yakinlah Allah selalu bersama kita, selalu mendampingi kita, menuntun kita...
Saat kepasrahan datang mendera, saat itulah Allah menunjukkan kebesaran-Nya pada kita...

Dikirim pada 24 Februari 2012 di Hikmah


Calon Suami…. Calon Mujahid…. Kebanggaan keluarga
Kepada Calon Suamiku…. Calon Mujahid….
Assalammualaikum Wr.Wb…
Apa kabar calon suamiku…? Aku berharap kmu baik-baik disana, allah slalu bersama kita dan keluarga

Calon Suamiku…
Masihkah kau menungguku? Hmm…
Menunggu, menanti kata orang membosankan. Benarkah….?
Menuggu hanya sedikit orang yang menganggapnya sebagai hal yang “istimewa”. Dan bagik, menunggu adalah hal yang itimewa. Karna banyak manfaat yang bisa dikerjakan dan yang diperoleh dari menunggu

Menunggu bisa juga dimanfaatkan untuk mengagungkan-Nya, melihat fenomna kehidupan di sekitar tempat menunggu, atau sekedar merenugi kembali hal yang telah terlewati, Eits bukan bearti melamun sampai bengong alias ngayal dengan pikiran kosong. Karena itu justru berbahaya, bisa mengundang makhluk dari “ dunia lain “ masuk ke jiwa.

Banyak hal lain yang bisa kau lakukan saat menunggu. Percayalah bahwa tak selamanya sendiri itu perih. Bahawa di masa penantian, kita sebenarnya bisa lbih produktif. Mumpun kita masih banyak waktu luang. Belum tersita dengan kehidupan rumah tangga. Jadi waktu kita utuk mencerahkan umat lebih banyak. Karena permasalahan umat saat ini pun makin banyak.

Calon Suamiku…
Maklumilah bila saat ini aku belu dating. Bukan ku tak ingin, bukan ku tak mau, bukan ku menunda. Tapi persoalan yang memang benar” harus dijalani menuju kearah sananya. Tujuan saya, Tujuan kita, niatan orang tua.

Calon Suamiku….
Percayalah padaku aku pun rindu akan hadirmu. Aku datang, tapi mungkin tidak sekarang. Karena jalan ini masih panjang. Banyak hal yang menghadang. Hatiku pun melagu dalam nada angan. Seolah sedetik tiada tersisakan. Resah hati tak mampu ku hindarkan. Tentang sekelebat bayang, tentang sepenggal masa depan. Karang asaku tiada kan terkikis dari , bahwa ini hanya likuan hidup yang pasti berakhir. Yakinlah “ saat itu” pasti kan tiba.

Calon Suamiku….
Sekenario allah adalah sekenario terbaik, Dan itu pula yang telah Ia sekenariokan kepada kita. Karena ia sedang memersiapkan kita untuk lebih matang merenda hari esok seperi yang kita harapkan nantinya. Untuk membangun kembali peradabtan ideal seperti cita kita.

Calon Suamiku…
Malam ini terasa panjang dengan air mata yang mengalir. Hatiku terasa kelu dengan derita yang mendera, kutahan derita malam ini sambil menghitung bintang. Cinta membuat hati terasa terpotong-potong. Jika disana ada bintang yang menghilang, mataku berpendar mencari bintang yang dating. Bila memang kau pilihkan aku tunggu aku sampai dating.

Ku awali hatiku dengan tabih, tahmid dan halawat. Dan mendoakanmu agar kau selalu sehat, bahagia dan mendapat yang terbaik dari-Nya. Aku tak berharap kau kan merindukan keberadaanku yang menyedihkan ini.
Ya allah….ringankanlah, kerinduan yang mendera. Kupanjatkan sepotong doa setiap waktu, karena keinginan yang menyeruak dalam diriku. Ya allah….ampuni segala kekhilafan amba yang hina ini rigankanlah langkah kami. Beri kami kekuatan dan kemampuan tu melengnkapi setengah dien ini, mengikuti sunnah Rasul-Mu. Jangan biarkan hati-hati kami terus berkelana tak berpenghujung yang hanya sia-sia dengan waktu dan kesempatan yang telah Engkau berikan.


Wassalamu’alaikum.

*) hasil dari saduran dan dikembangkan menurut pemiiran pribadi, yakinlah, semua akan indah pada waktu’a, jodoh akan datang tepat pada waktu’a, ia tidak bisa d’perlambat dan tidak bisa dipercepat….
Di pintu penantian dy akan menunggu dan dengan tangan terbuka meraih kita, hingga halal menyatukan kita di hadapan’a….
Amin….




Dikirim pada 24 Januari 2012 di Uncategories
Awal « 1 » Akhir
Profile

Seorang hamba allah yang masih memiliki banyak kekurangan yang ingin memperbaiki diri dan akhlak... More About me

Page
Tag
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 9.296 kali


connect with ABATASA